Dampak dari Banjir, Warga Aceh Tamiang Kesulitan Air Bersih

Dampak dari Banjir, Warga Aceh Tamiang Kesulitan Air Bersih
Dampak dari Banjir, Warga Aceh Tamiang Kesulitan Air Bersih

Banjir di Aceh Tamiang memang sudah surut, tetapi masih ada daerah yang terendam banjir. Sementara itu, pengungsi yang bertahan di lokasi pengungsian mengalami krisis air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pengungsi, PDAM Aceh Tamiang mengerahkan mobil tangki untuk menyalurkan air bersih ke pos pengungsian tersebut.

Direktur PDAM Aceh Tamiang, Ismail mengungkapkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang daerahnya masih terendam banjir, pihaknya memasok air bersih ke posko pengungsian banjir Aceh Tamiang di beberapa titik lokasi.

Air bersih menjadi langka, terlebih ada unit instalasi pengolahan air bersih milik PDAM Aceh Tamiang yang terendam banjir sehingga ada yang rusak. Makanya pihak PDAM memasok air bersih dari unit pengolahan di Karang Baru.

Pihak PDAM mengerahkan 10 unit mobil untuk distribusi air bersih kepada pengungsi yang masih bertahan di Aceh Tamiang.

Ke-10 unit mobil tangki tersebut milik PDAM Aceh Tamiang, BPBD Aceh, dan Dinas PU Aceh Tamiang. Satu mobil tangki tersebut memiliki kapasitas 5.000 liter, sehari bisa empat kali memasok air bersih ke posko pengungsian yang berbeda.

Volume air yang didistribusikan 100.000 liter air bersih dan sudah tiga hari air bersih pasokan berlangsung bagi pengungsi.

Menurut Ismail satu unit mobil tangki milik PDAM Aceh Tamiang mengalami mati mesin akibat menerobos banjir di Kampung Lubuk Batil, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Sudah menjadi kewajiban PDAM Aceh Tamiang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pengungsi hingga situasi menjadi normal kembali.

Banjir ini juga mengingatkan betapa vitalnya peran PDAM Aceh Tamiang, namun demikian untuk ke depannya agar dapat terus meningkatkan kualitas layanannya, tentu saja dengan dukungan Pemkab Aceh Tamiang.