Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19

Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19
Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19
Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19
Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19

Direktur Eksekutif APCE-UNESCO, Ignasius Dwi Atmana Sutapa menjelaskan, pandemi covid-19 selama beberapa bulan di 2020 berdampak pada penggunaan volume konsumsi air yang mengalami penurunan.

“Yang paling menonjol ini (pandemi covid-19) ternyata memang mengubah perilaku masyarakat, kemudian ada penyesuaian konsumsi dan priority order. Mau tidak mau harus melakukan urutan prioritas dari berbagai keterbatasan yang ada,” ujar Ignasius.

Ignasius mengungkapkan, berdasarkan data dari Statistik, volume konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) di luar rumah pada 2020 diprediksi turun hingga 24,1% akibat pandemi covid-19, sedangkan volume konsumsi AMDK di rumah turun sebesar 2%.

Penurunan jumlah konsumsi air ini berdampak pada pelayanan air minum perpipaan atau PDAM karena kondisi ekonomi para pelanggan yang menurun sehingga terjadi penyesuaian konsumsi. 

Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19
Jumlah Konsumsi Air di 2020 Turun Selama Covid-19

Ignasius mengungkapkan, berdasarkan data PDAM Kabupaten Bogor, pendapatan air menurun sebesar 9,40% atau Rp 87.787.349 dari sebelum masa PSBB pada Maret 2020, dari Rp 933.486.101 menjadi Rp845.698.754 pada April 2020, setelah PSBB diberlakukan. 

“Sedikit berita bagusnya, ternyata beberapa riset menunjukkan pembatasan aktivitas di seluruh dunia sedikit menimbulkan dampak baik misalnya seperti kualitas udara di berbagai lokasi membaik juga kualitas air di berbagai lokasi” Ungkap Ignasius. 

Ignasius juga menambahkan, meskipun tidak mencerminkan keseluruhan, beberapa spot menunjukkan perbaikan pada kualitas air karena ada pembatasan-pembatasan aktivitas diakibatkan selama pandemi warga dihimbau untuk tidak ke luar rumah dan jangan berkerumun.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Air Selama Pandemi Covid-19

Pada dasarnya, mengonsumsi air yang bersih dan layak diminum dapat memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh.

Faktanya, air bersih juga dapat mengurangi risiko terjangkitnya penyakit, di antaranya batu ginjal, kanker kandung kemih, dan hipertensi.

Apabila dikaitkan dengan kondisi pandemi Covid-19, air bersih merupakan salah satu penunjang dalam protokol kesehatan.

Mengalirnya air bersih sangat berfungsi untuk mencuci tangan menggunakan sabun selama 20 detik.

Selain itu, air bersih juga menjadi sebagai salah satu asupan antioksidan tinggi  bagi tubuh sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kondisi imun agar tetap sehat beraktivitas.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Terjadi di Jakbar dan Jakut

Dalam kehidupan sehari-hari, air juga menopang pembangunan infrastruktur, seperti rumah, perkantoran, dan lainnya.

Tidak dapat dipungkiri, ketiadaan air bisa mengancam kelangsungan hidup dan ekosistem alam. 

Khususnya bagi manusia, selain sebagai konsumsi sehari-hari, air ini juga bermanfaat untuk mandi dan mencuci kebutuhan sehari-hari.