Huft! Akses Air Minum Indonesia Lebih Rendah dari Malaysia

Akses Air Minum Indonesia Lebih Rendah dari Malaysia
Akses Air Minum Indonesia Lebih Rendah dari Malaysia

Agak menjengkelkan memang apabila mengetahui fakta Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia dalam hal akses air minum.

Data layanan cakupan air pipa di Malaysia mencapai 95%, sedangkan di Indonesia masih 20%.

“Filipina sudah mencapai 40%, sementara Indonesia masih 20% untuk perpipaan. Kemudian Malaysia 95%. Walaupun GDP kita lebih tinggi daripada Filipina dan Malaysia, tapi jumlah atau persentase pemipaan atau air minum untuk masyarakat yang sudah dilayani masih jauh di bawah negara-negara yang GDP-nya lebih rendah,” ungkap Rizal Primana, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas. 

Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan akses air minum di Indonesia melalui beragam pendekatan.

Secara umum ada dua pendekatan utama yang dilakukan, yaitu pendekatan berbasis masyarakat dan pendekatan berbasis lembaga.

Pendekatan berbasis masyarakat mendorong masyarakat berperan aktif sebagai pelaku utama penyediaan akses air bersih dari hulu hingga ke hilir, dari mulai pengambilan air baku hingga distribusinya ke rumah tangga. Pendekatan ini utamanya diimplementasikan di kawasan perdesaan yang masih sulit dijangkau oleh perusahaan daerah air minum (PDAM).

Baca Juga : Akses Air Bersih Indonesia Tertinggal Dibanding Negara Tetangga

Pendekatan yang kedua adalah pendekatan berbasis lembaga. Penyediaan akses pelayanan air bersih melalui badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang air minum. Pemda membentuk BUMD air minum sebagai pelaku utama dalam penyediaan akses air minum. BUMD ini dapat berbentuk perumda ataupun perusda air minum yang operasionalnya masih terbatas di ibukota kabupaten/ kota atau kawasan perkotaan saja.