Akses Air Bersih Minim, Masalah Klasik Bagi Warga Jakarta

Ketersediaan Air Bersih Jadi Masalah Utama Warga Jakarta
Ketersediaan Air Bersih Jadi Masalah Utama Warga Jakarta

Ahli Tata Air Perkotaan, Firdaus Ali mengatakan bahwa persoalan banjir, kemacetan dan air bersih adalah masalah serius yang dialami oleh Jakarta. Ketiganya menunjukkan bagaimana wajah Jakarta sebenarnya.

Apalagi jika membahas persoalan air bersih, sepertinya masih berlarut-larut hingga sekarang. Cakupan layanan air pipa yang belum mencapai 100 persen disinyalir menjadi akar masalahnya. Selama cakupan layanan masih rendah, selama itu juga air bersih akan terus menjadi masalah di Jakarta.

Bahkan klaim cakupan layanan yang saat ini mencapai 65 persen  itu juga banyak yang meragukan, termasuk Firdaus.

Dia juga mengungkapkan, Gubernur Anies mengklaim angka 65 persen didapat dari hasil mengalikan 913 ribu sambungan air minum dengan 7,6 juta jiwa/sambungan air minum, lalu dibagi jumlah penduduk DKI sebanyak 10,6 juta jiwa.

Sementara yang membutuhkan air minum di DKI Jakarta bukan hanya penduduk yang ber KTP Jakarta saja, namun para pendatang yang tinggal dan menetap di DKI. Pemprov DKI Jakarta seharusnya menghitung beban pelayanan dan penduduk riil yang tinggal di Jakarta yaitu sekitar 12,7 juta jiwa.

Firdaus juga mengatakan, Jakarta adalah kota dengan tingkat kehilangan air tertinggi di dunia dengan angka 47 persen. Hal tersebut  sangat berbeda jika dibandingkan dengan ibu kota di Asia Tenggara, misalnya Singapura dengan tingkat kehilangan 6 persen, Thailand dengan tingkat kehilangan 16 persen dan Filipina dengan tingkat kehilangan 16 persen.

Dengan cakupan layanan yang masih rendah namun angka kebocoran tinggi, anggapan Firdaus Ali bahwa DKI Jakarta kurang serius mengatasi persoalan air bersih di Ibu Kota sepertinya memang benar.

DKI Jakarta beserta PAM Jaya sudah seharusnya mulai serius mengatasi persoalan air bersih di Jakarta, dengan menaikkan cakupan layanan sekaligus menurunkan angka kebocoran, agar hak warga Jakarta atas air bersih bisa segera terpenuhi.